Arsitektur Masjid Wapauwe

Arsitektur Masjid Wapauwe Jika dilihat dari luas bangunannya, masjid ini tergolong kecil. Luasnya hanya sekitar 10 × 10 meter. Menurut saya, ini lebih seperti ruang sholat daripada masjid. Namun yang menarik adalah material kayu yang digunakan untuk membangun masjid ini. Empat tiang utama masjid ini terbuat dari kayu Ulin atau masyarakat setempat menyebutnya Kayu Nani Hitam.

Kayu ulin merupakan kayu yang digunakan para pelaut untuk membangun kapal karena kayu ulin lebih kuat jika terkena air. Terbukti hingga saat ini kayu tersebut masih berdiri kokoh untuk menopang masjid ini. Kemudian 12 tiang ruangan dan balok kayu lainnya menggunakan Kayu Merah. Selain empat batang kayu yang digunakan sebagai tiang utama, semua kayu tersebut diganti pada tahun 1991.

Uniknya, Masjid Wapauwe dibangun tanpa menggunakan paku dan pasak. Hal inilah yang membuat Imam Rijali dan beberapa orang lainnya dapat memindahkan masjid ini dari Wawane ke Tehala pada tahun 1614. Masjid ini dibongkar dan kemudian dipasang kembali.

Jika melihat bentuknya saat ini, sudah banyak perubahan yang terjadi di Masjid Wapauwe untuk melindunginya. Namun, perubahan yang terjadi tidak mengubah konstruksi dasarnya. Misalnya, pada tahun 1859 tembok ditambahkan. Jadi kalau dulu masjid ini hanya seperti pendopo kayu, kini sudah ada tembok yang terbuat dari campuran pasir, kapur dan putih telur.

Untuk memperbesar luas masjid ditambah beranda di depannya dengan ukuran 6,45 x 4,75 meter. Hal tersebut tentunya dilakukan agar masjid ini dapat menampung lebih banyak jamaah. Bagian bumbungan masjid juga mengalami perubahan karena faktor usia.

Bukan Ambon kalau tidak ada sagu. Di Masjid Wapauwe, ciri khas sagu ini juga sangat melekat. Jendela masjid ini terbuat dari daun sagu dan atapnya dari daun sagu. Pohon sagu ini memang merupakan jenis pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan di semua bagian. Kulit kayu dapat digunakan untuk memanggang, mengisi makanan, pelepah untuk dinding dan daun untuk atap.

Baca Juga  Wisata Pantai Sari Ringgung Lampung Yang Mempesona

Keindahan lain tersembunyi di setiap sudut masjid. Jika Anda sempat berkunjung ke sana, lihat dari setiap sudut masjid dan Anda akan menemukan Lafaz Allah dan Muhammad diukir di atas kayu. Lafaz dibungkus cantik dengan daun sagu yang mengelilinginya.

Di Indonesia banyak sekali masjid-masjid megah dan bagus untuk menjadi destinasi wisata religi, tetapi masjid pedesaan di Indonesia tidak kalah banyaknya. Perlu diperhatikan karena masjid-masjid didesa terpencil, banyak yang tidak layak untuk menjadi tepat beribadah bagi umat muslim didaerah terpencil. Dengan uluran tangan masyarakat dapat membantu membangun masjid-masjid didesa menjadi layak dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *